Rumput tetangga lebih indah dari rumput dirumah sendiri
Posted by Desy S. Satria at 10:08 PM 2 comments
why we read Al-Qur'an
Tuesday, July 12, 2011
"Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word?"
(Part 1)
Sebuah tulisan indah yg amat menyentuh hati yg ketika coba terjemahkan dgn judul di atas,
"Mengapa membaca Al qur’an ketika kita tak mengerti artinya?"
Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki2nya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi n' duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi spt kakeknya n' memcoba menirunya yg disaksikannya setiap hari.
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya, "Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an spt-mu tp aku tak bisa memahaminya, n' walaupun ada sedikit yg aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca n' menutupnya. Jd apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?"
Sang kakek dgn tenang sambil meletakkan batu2 di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu, "Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini n' bawa ke sungai, n' bawakan aku kembali dgn sekeranjang air."
Anak itu mengerjakan spt yg diperintahkan kakeknya, tp semua air yg dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa n' berkata, "Kamu hrs berusaha lbh keras n' lbh cepat lain kali."
Kakek itu meminta cucunya utk kembali ke sungai bersama keranjangnya utk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tp lagi2 keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.
Dgn terengah-engah dia mengatakan kpd kakeknya, tdk mungkin membawa sekeranjang air n' dia pergi utk mencari sebuah ember utk mengganti keranjangnya.
(Part 2)
Kakeknya mengatakan, "Aku tdk ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu hrs mencoba lagi lebih keras."
n' dia pergi ke luar utk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pd saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tdk mungkin, tp dia ingin menunjukkan kpd kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil n' mencelupkan keranjangnya ke sungai n' kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tp ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dgn terengah-engah, ia berkata, "Kakek, ini tdk ada gunanya. Sia2 saja."
Sang kakek menjwb, "Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat n' perhatikan baik2 keranjang itu."
Anak itu memperhatikan keranjangnya n' baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sgt berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yg kotor, n' sekarang menjadi sebuah keranjang yg bersih, luar n' dalam.
"Cucuku, demikianlah yg terjadi ketika engkau membaca Al qur'an. Boleh jd, engkau mungkin tdk mengerti atau tdk bisa mengingat apa yg engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan n' mengalami perubahan, baik luar maupun dalam. Itulah kekuasaan n' nikmat Allah kpd kita!"
Subhanallah...
Di Kutip dari Blog Sahabat Muslim
Posted by Desy S. Satria at 9:57 PM 0 comments
Ada Aja
Saturday, November 13, 2010
Sore tadi ngobrol2 ma mertua ( cieee, akrab niy ye..... ) ngobrol ngalor ngidul sampe cerita2 ttg orang berumah tangga. Kata si Ibu perjalanan berumah tangga itu pasti ada batu2 kecil penghalang, selama kita jalan hati2 pasti batu2 kecil itu gak akan melukai kaki ( kehidupan kita). Sebenarnya sih kalimat diatas ade karang sendiri hehehe... pokoknya kesimpulannya gitu deh... selama kita hati2 & byk mengerti, menerima kekurangan or kelebihan pasangan kita semua itu bisa dilewati. Tapi juga, jangan salah, ada batu kecil ya ada juga batu besar. Nah batu besar ini yg benar2 menuntut kita untuk banyak lebih mengerti makna hidup & banyak bersabar menjalani hidup. Saking 'bloon'nya gue pake nanya gini ke mertua : "pasti ada gitu bu batu besar yg ngalangin hidup semua orang berumah tangga ?" Ibu bilang "iya lah... tapi kan gak semua orang mau berbagi ttg masalah keluarga mereka ke kita" hehehe bener juga...
Posted by Desy S. Satria at 11:45 PM 0 comments
Happy Birthday...
Thursday, October 14, 2010
1 2 Kemudian saya dengan susah payah Mamanya berdiri 3 Lia tidak mau tiup lilin jadi acara karena ditemukannya di ensiklopedia Dan itu berlanjut ke zaman Romawi kuno lalu dikarang lagi berikutnya superstisiya itu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya semua mati. Maka akan terkabul apa yang jadi cita-cita di dalam hati. Lia tidak mau acara ulang tahunnya oleh tahayul jadi bernoda acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah zaman purbakala. Katanya: “Kok tiupan nyala 16 lilin bisa menentukan nasib saya? Allah yang menentukan nasib saya. Sesudah kerja keras saya saya tidak mau dibodoh-bodohi tahayul walaupun itu datangnya dari barat atau pun timur juga. Saya tidak mau dibodoh-bodohi budaya mereka minta kado dari papa dan mama minta kado dari keluarga dan kawan-kawan saya. Saya tidak mau cuma jadi kawanan burung kakak tua burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika dalam acara ulang tahun kita begitu katanya. Sesudah bertangis-tangisan dengan ibunya berkatalah yang berulang tahun itu Hadiah paling saya harapkan dari kalian adalah doa bersama sesudah ham dalah dan salawat karena saya ingin jadi anak yang baik laku jadi perhiasan di leher ibuku jadi penyenang hati ayahku rukun dengan kakak-kakak dan adik-adik kubertegur-sapa dengan semua tetangga dan kelak ketika dewasa berguna bagi Indonesia. 4 Anak yatim piatu yang mendapat undangan itu lihatlah bersama kawan-kawannya disilakan makan bersama-sama dengarlah kisah kesannya. Kini, dalam acara makan kunikmati nasi beras Rajalele yang putih gurih dendeng tipis balado, ikan emas panggang dan udang goreng, besar dan gemuk-gemuk belum pernah aku memegang udang sebesar itu. Di asrama ikan asin dan tempe seperti nyanyian yang nyaris abadi kadang-kadang makan pun cuma sekali sehari. Ketika kulayangkan pandangku ke depan kulihat tuan rumah yang baik hati itu bapak dan ibu itu berdiri bersama Lia anak gadisnya berbicara amat mesranya. Kubayangkan ayahku almarhum mungkin seusia dengan bapak ini beliau meninggal ketika umurku setahun. Kubayangkan ibuku almarhumah wafat ketika aku kelas enam SD mungkin seusia pula dengan ibu itu. Tidak pernah aku merayakan ulang tahunku Tidak pernah. Semoga sorga firdaus jua Bagi ibu bapakku Panas mengembang di atas pipiku tak tertahan titik air mataku. Taufik Ismail, 2007 (Terimakasih Ust. Hermawan Al Ghifari atas koleksinya)
Seminggu lalu
datanglah undangan
untuk kami anak-anak penghuni panti asuhan
diantarkan seorang ibu
dan anak gadisnya.
Sekolahnya kira-kira di SMA
mereka naik Corolla biru
dari pakaian, cara bicara dan perilaku
kelihatan tamu ini orang gedongan
golongan yang hidup lebih dari kecukupan.
Mereka mengundang
anak-anak panti asuhan
untuk ikut acara ulang tahun
Rebo jam tujuh malam.
Dan berangkatlah kami pada waktu yang ditentukan
berjumlah dua puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama
jalan kaki bersama, karena jaraknya cuma terpisah sepuluh rumah saja.
Rombongan disilakan masuk dengan ramah
dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang saja
tapi disuruh berbaur dengan tamu-tamu lainnya
para remaja belasan tahun
mereka sehat-sehat, harum-harum
berbaju mahal dan tembem-tembem pipinya
saya berjuang melawan sifat minder saya
duduk di tengah ruang tamu yang luas.
Di atas karpet bersila, pegal dan canggung
di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan
di bawah lampu kristal bergelantungan.
Tapi alangkah aku jadi heran
tidak ada acara potong kue dan tiup lilin
tidak ada tepuk tangan mengiringi
lagu Hepi-Bisde-TuyuHepi-Bisde-Tuyu.
Lalu seorang remaja membaca
Surah Luqman dengan suara amat merdunya
dan suaranya berubah jadi untaian mutiara
yang berkilauan jadi kalung di leher pendengarnya.
Lia yang berulang tahun
berpidato sangat mengharukan
dalam acara seperti ini
bukan saya yang jadi pusat perhatian
diperingati atau dihargai
tapi mamaya, mama kita
ibunda kita dan ayahanda.
Ibunda dan ayahanda
pusat perhatian kita.
Hari ini, enam belas tahun yang lalu
mama melahirkan saya
posisi saya sungsang
saya terlalu besar
jadi mama harus sectio caesaria
mama dibedah,berdarah-darah
seluruh keluarga khawatir dan berdoa
di luar ruang operasi
duduk menanti berita
dalam kecemasan luar biasa
tapi alhamdulillah
kelahiran selamat
walaupun mama sangat menderita
Sekarang ini, enam belas tahun kemudian
ulang tahun saya dirayakan
saya pikir, tidak logis saya jadi pusat perhatian
harus mama yang jadi pusat perhatian
mama. Bukan saya
saya pikir, tidak logis saya minta kado
harus mama yang diberi kado
Anak gadis itu berhenti sebentar
dia sangat terharu
kemudian dia mengambil sebuah bungkusan
kertas berkilat, diikat pita berbentuk bunga.
Mama
terima kasih mama, terima kasih
mama telah melahirkan
mama menyabung nyawa
berdarah-darah.
Persis malam ini, 16 tahun yang lalu
terimalah rasa terima kasih ananda
tidak seberapa harganya.
terpukau pada kata-kata anak gadisnya
terharu pada jalan pikirannya
yang dia tak sangka-sangka
dia langsung memeluk anaknya
terguguk-guguk menangis
keduanya tersedu-sedu
hadirin menitikkan air mata pula
suasana mencekam terasa
dan hening agak lama
Kemudian kakak pembawa acara berkata
para hadirin yang mulia
ini memang kejutan bagi kita
karena dengan tahun yang lalu
acara ini berbeda
Manusia di Zaman Batu di Eropah
percaya pada kekuatan nyala lilin, begitu tahayulnya
bisa mengusir sihir, roh jahat, leak dan memedi
begitu katanya termasuk si jundai, setan, hantu, kuntilanak dan gendruwo.
Posted by Desy S. Satria at 8:54 AM 0 comments
Happy 5th birthday
Monday, October 11, 2010
5 years ago around this time we were in delivery room waiting for our little Rasheed to come to this beautiful world. It felt yesterday mommy hold you for the first time, in 5 more hours you'll be 5 years old, buddy. I am so proud to be your mommy... Happy 5th birthday...
Loves you always,
Mommy
Posted by Desy S. Satria at 11:40 PM 0 comments
Maaf Lahir Bathin
Sunday, September 12, 2010
Huuuu... bulan puasa & lebaran ini rasanya gak se'easy' tahun2 lalu. Mungkin krn dah lama gak pulang kampung ? hihihi mungkin juga. Gak bisa nyalahin siapa2, karna memang blom ada kesempatan pulkam nemuin orang tua, kakak, adik dan teman2. Keinginan untuk menjadi Manusia yang lebih baik dari sebelumnya kok ya gak gampang. Mau berbuat baik eh ada yg nyebelin akhirnya penyakit hati nongol lagi. Penyakit hati Ya iya lah, namanya penyakit hati kan banyak. Ya iri hati, gk suka liat orang seneng, tersinggung sama perlakuan orang yang gak sesuai kemauan kita dll. Tapi semua itu tetap ada biarpun sedikiiiiit aja lewat dibenak & bikin penyakit hati itu tetap bersarang didalam hati.
Temans, Maafkan diriku yang masih aja mengucapkan kata2 yg kurang berkenan, cenderung judes apalagi bawel.
Ya Allah, maafkan diriku yang masih jauh kalo dibilang mendekati menjadi makhluk Mu yang beriman. Tapi ade janji Ya Allah... tetap berusaha menjadi hamba-Mu yang lebih baik dari hari kemarin. Tolong bantu ade untuk selalu berkata yang manis2, berbuat yang baik2 dan memperlakukan sesama selayaknya Engkau memperlakukanku sebagai Umat-Mu.
Terima kasih atas Nikmat yang Kau berikan kepada hamba-Mu ini Ya Allah...
Ibunda tercinta, maafkan anakmu yang belum juga menyempatkan diri untuk meminta maaf dengan mencium tangan mu yang semakin menua.
Maaf Lahir Bathin
Posted by Desy S. Satria at 1:35 PM 0 comments
lately...
Saturday, September 04, 2010
Belakangan ini sering bener komunikasi sama sahabat2 lama. Kangennya jangan ditanya ya.... haaaaa... susah diungkapkan dengan kata2. Kalo kangen keluarga udah sampe ke ubun2 kan, kalo kangen kerabat2 lama akhir2 ini semakin meraja lela rasanya. Mungkin karna ini bulan puasa, ajangnya buka bersama & kumpul2 sama temen2.
Dua hari yang lalu (gak inget mau kemana) waktu nyetir mobil sendirian kok kebayang temen2 ade selama tinggal di US. Jujur aja ade gk punya banyak temen deket selama disini. Selain punya suami yang pekerjaannya kadang menuntut kita untuk berpindah tempat dan juga punya pengalaman yang kurang bagus dengan orang2 yang suka memanfaatkan kebaikan kita sebagai teman. Jadi setelah mengobati rasa sakit hati *dikecewain teman* akhirnya terbentuk lah diriku menjadi orang yang lebih berhati2 untuk menjalin 'pertemenan' dengan orang2 disekeliling. Well... good and bad lah. Kadang terkesan 'sombong' pada saat pertemuan pertama ( got that a lot ), tapi pada saat sudah kenal lebih deket sama Satria's family.... ya Alhamdulillah Image 'sombong' diralat.
Secara kita ada kemungkinan pindah LAGI, jadi ade mau memperkenalkan satu2 teman2 selama di US. Selain untuk 'journal of my life' dan juga hehe gak tau, kok tiba2 ada ide untuk tulis2 tentang temen2 yang dekat biarpun jauh dimata (secara kita dah pindah lagi) dan ada beberapa teman yang juga pindah state karna pekerjaan or sekolah or ikutan suaminya yang harus pindah state juga.... doain ya ade ada waktu untuk tulis sedikit tentang mereka.... :D
Posted by Desy S. Satria at 11:54 AM 0 comments
