Rumput tetangga lebih indah dari rumput dirumah sendiri

Tuesday, October 25, 2011

Banyak kejadian orang selalu melihat kehidupan orang lain lebih enak dari kehidupan yg sedang dijalaninya sendiri. Padahal belum tentu begitu sebenarnya. Karna setiap manusia hidup pasti punya masalah masing2. Karna Allah selalu memberikan cobaan kepada setiap umatNya. Gak bisa menilai orang cuma dari luarnya saja karna kalau semua orang mau berbicara, teriak akan kesusahannya masing2 pasti dunia ini ribut ya hahaha.... Gak ngebayang kan sementara sekarang aja orang2 hanya sibuk dengan urusannya masing2 aja dunia sudah terdengar hiruk pikuk.

Tinggal jauh dari keluarga dan teman2 dekat rasanya kengeeeen banget, perasaan ingin kumpul2 seperti yang dilakukan teman2 SMA, SMP ataupun teman2 lingkungan rumah kalao lagi reuni weeeek rasanya gak adil karna kita gak bisa ikut bergabung. Padahal kenyataannya teman2 yang tinggal di Jakarta pun belum tentu bisa hadir semua hahahaha ya begitu karna liat cuma dari luarnya aja. Kalau pulang kampung & dekat keluarga serta kerabat teman2 dekat masiy juga kangen sama teman2 tetangga di rumah yg jauh di benua lain. Yah itulah hidup... yang jauh serasa lebih indah dari yang ada didepan mata, pas kita datangi yang jauh eh yang biasa kita lakukan setiap hari akan terasa lebih menyenangkan dari pada cuma nongkrong konkow2 sama keluarga & teman2 dekat.... Ya Allah... tolong jadikan aku umatMu yang selalu bersyukur atas nikmatMu, dimanapun aku berada, biarkan rasa kangen dan rindu kampung halaman itu hadir sesekali tanpa mengganggu khusyuk nya diri ini mencitaiMu Ya Allah.... Karna sadar atau tidak, Rumput tetangga selalu terlihat indah dari rumput dirumahku sendiri.... :)

why we read Al-Qur'an

Tuesday, July 12, 2011

"Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word?"
(Part 1)
Sebuah tulisan indah yg amat menyentuh hati yg ketika coba terjemahkan dgn judul di atas,
"Mengapa membaca Al qur’an ketika kita tak mengerti artinya?"

Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki2nya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi n' duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi spt kakeknya n' memcoba menirunya yg disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya, "Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an spt-mu tp aku tak bisa memahaminya, n' walaupun ada sedikit yg aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca n' menutupnya. Jd apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?"

Sang kakek dgn tenang sambil meletakkan batu2 di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu, "Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini n' bawa ke sungai, n' bawakan aku kembali dgn sekeranjang air."

Anak itu mengerjakan spt yg diperintahkan kakeknya, tp semua air yg dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa n' berkata, "Kamu hrs berusaha lbh keras n' lbh cepat lain kali."

Kakek itu meminta cucunya utk kembali ke sungai bersama keranjangnya utk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tp lagi2 keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dgn terengah-engah dia mengatakan kpd kakeknya, tdk mungkin membawa sekeranjang air n' dia pergi utk mencari sebuah ember utk mengganti keranjangnya.


(Part 2)
Kakeknya mengatakan, "Aku tdk ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu hrs mencoba lagi lebih keras."
n' dia pergi ke luar utk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pd saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tdk mungkin, tp dia ingin menunjukkan kpd kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil n' mencelupkan keranjangnya ke sungai n' kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tp ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dgn terengah-engah, ia berkata, "Kakek, ini tdk ada gunanya. Sia2 saja."

Sang kakek menjwb, "Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya? Coba lihat n' perhatikan baik2 keranjang itu."

Anak itu memperhatikan keranjangnya n' baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sgt berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yg kotor, n' sekarang menjadi sebuah keranjang yg bersih, luar n' dalam.

"Cucuku, demikianlah yg terjadi ketika engkau membaca Al qur'an. Boleh jd, engkau mungkin tdk mengerti atau tdk bisa mengingat apa yg engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan n' mengalami perubahan, baik luar maupun dalam. Itulah kekuasaan n' nikmat Allah kpd kita!"

Subhanallah...

Di Kutip dari Blog Sahabat Muslim

Ada Aja

Saturday, November 13, 2010


Sore tadi ngobrol2 ma mertua ( cieee, akrab niy ye..... ) ngobrol ngalor ngidul sampe cerita2 ttg orang berumah tangga. Kata si Ibu perjalanan berumah tangga itu pasti ada batu2 kecil penghalang, selama kita jalan hati2 pasti batu2 kecil itu gak akan melukai kaki ( kehidupan kita). Sebenarnya sih kalimat diatas ade karang sendiri hehehe... pokoknya kesimpulannya gitu deh... selama kita hati2 & byk mengerti, menerima kekurangan or kelebihan pasangan kita semua itu bisa dilewati. Tapi juga, jangan salah, ada batu kecil ya ada juga batu besar. Nah batu besar ini yg benar2 menuntut kita untuk banyak lebih mengerti makna hidup & banyak bersabar menjalani hidup. Saking 'bloon'nya gue pake nanya gini ke mertua : "pasti ada gitu bu batu besar yg ngalangin hidup semua orang berumah tangga ?" Ibu bilang "iya lah... tapi kan gak semua orang mau berbagi ttg masalah keluarga mereka ke kita" hehehe bener juga...



Gak tau deh, kadang gue memang masiy suka mengukur rata hidup kita sama orang lain. Maksudnya gini... ade masiy suka berprinsip "gak mo dicubit ya jgn nyubit" jadi sebisa mungkin ade gak nyubit biar gak kena cubit... bingung kan... hehehe... pokoknya niy, gue kadang masiy suka berfikiran kok bisa siy orang begitu sementara gue kepikiran untuk berbuat (jelek) itu aja boro2.. gitu lho... jadi kalo hidup gue selama ini "ASIK2" aja, knapa si Ibu bilang kl setiap rumah tangga itu pasti ada aja cobaannya.... hehehe...



Emang siy, jujur aja hidup di LN itu gak gampang, bayangin aja, gak ada pembantu, gak ada sodara, sanak keluarga yg kalo ada apa2 bisa diminta bantuin. Semua dikerjain sendiri. Dari ngurus anak, suami, masak, nyuci, nyetrika (yg ini gue gk pernah hehehe... stt... jgn bilang2 ya, setrikaan aja gak punya kok ), anter jemput anak sekolah, Kumon, Taekwondo dll. Blom lagi dokter Appointment, pokoknya niy... seandainya dalam sehari ada 36 jam (bukan 24jam) itu ky nya lebih baik deh, krn boro2 mo nonton TV enak2, baru mo nonton tv bentar, mata ky nya dah berat banget. Akhirnya dari pada nonton TV sambil merem mending langsung tarik selimut aja deh hehehe....



By the way, kok jadi curhat niy... maksut ade nulis ini cuma sekedar catatan kecil buat diri sendiri, kalo dlm menjalani hidup dimanapun ade berada, sukur2 kalo ade bisa inget kata2 Ibu ini... kalo lupa kan bisa dibaca ulang, pokoknya de, banyak sabar kalo nanti ketemu batu2 kerikil yg menghalangi jalan, aduh Ya Allah... kecil2 aja ya please... jangan kasiy batu gede nongol didepan mata ade.... hahaha.... Kasiy ade banyak2 pelajaran hidup yang nantinya membuat diriku semakin dewasa dalam menjalani hidup, kasiy ade banyak2 kesabaran dalam menjalani hidup ini... Amin Ya Rabbal Alamin....

Happy Birthday...

Thursday, October 14, 2010

















1


Seminggu lalu


datanglah undangan


untuk kami anak-anak penghuni panti asuhan


diantarkan seorang ibu


dan anak gadisnya.


Sekolahnya kira-kira di SMA


mereka naik Corolla biru


dari pakaian, cara bicara dan perilaku


kelihatan tamu ini orang gedongan


golongan yang hidup lebih dari kecukupan.


Mereka mengundang


anak-anak panti asuhan


untuk ikut acara ulang tahun


Rebo jam tujuh malam.


Dan berangkatlah kami pada waktu yang ditentukan


berjumlah dua puluh tiga, termasuk bapak dan ibu asrama


jalan kaki bersama, karena jaraknya cuma terpisah sepuluh rumah saja.


Rombongan disilakan masuk dengan ramah


dan anak-anak berusaha duduk di belakang-belakang saja


tapi disuruh berbaur dengan tamu-tamu lainnya


para remaja belasan tahun


mereka sehat-sehat, harum-harum


berbaju mahal dan tembem-tembem pipinya


saya berjuang melawan sifat minder saya


duduk di tengah ruang tamu yang luas.


Di atas karpet bersila, pegal dan canggung


di antara jajaran barang antik dan macam-macam perabotan


di bawah lampu kristal bergelantungan.


Tapi alangkah aku jadi heran


tidak ada acara potong kue dan tiup lilin


tidak ada tepuk tangan mengiringi


lagu Hepi-Bisde-TuyuHepi-Bisde-Tuyu.




2


Lalu seorang remaja membaca


Surah Luqman dengan suara amat merdunya


dan suaranya berubah jadi untaian mutiara


yang berkilauan jadi kalung di leher pendengarnya.

Kemudian


Lia yang berulang tahun


berpidato sangat mengharukan


dalam acara seperti ini


bukan saya yang jadi pusat perhatian


diperingati atau dihargai


tapi mamaya, mama kita


ibunda kita dan ayahanda.


Ibunda dan ayahanda


pusat perhatian kita.


Hari ini, enam belas tahun yang lalu


mama melahirkan saya


posisi saya sungsang


saya terlalu besar


jadi mama harus sectio caesaria


mama dibedah,berdarah-darah


seluruh keluarga khawatir dan berdoa


di luar ruang operasi


duduk menanti berita


dalam kecemasan luar biasa


tapi alhamdulillah


kelahiran selamat


walaupun mama sangat menderita


Sekarang ini, enam belas tahun kemudian


ulang tahun saya dirayakan


saya pikir, tidak logis saya jadi pusat perhatian


harus mama yang jadi pusat perhatian


mama. Bukan saya


saya pikir, tidak logis saya minta kado


harus mama yang diberi kado


Anak gadis itu berhenti sebentar


dia sangat terharu


kemudian dia mengambil sebuah bungkusan


kertas berkilat, diikat pita berbentuk bunga.


Mama


terima kasih mama, terima kasih


mama telah melahirkan

saya dengan susah payah


mama menyabung nyawa


berdarah-darah.


Persis malam ini, 16 tahun yang lalu


terimalah rasa terima kasih ananda


tidak seberapa harganya.

Mamanya berdiri


terpukau pada kata-kata anak gadisnya


terharu pada jalan pikirannya


yang dia tak sangka-sangka


dia langsung memeluk anaknya


terguguk-guguk menangis


keduanya tersedu-sedu


hadirin menitikkan air mata pula


suasana mencekam terasa


dan hening agak lama




3


Kemudian kakak pembawa acara berkata


para hadirin yang mulia


ini memang kejutan bagi kita


karena dengan tahun yang lalu


acara ini berbeda

Lia tidak mau tiup lilin jadi acara

karena ditemukannya di ensiklopedia




Manusia di Zaman Batu di Eropah


percaya pada kekuatan nyala lilin, begitu tahayulnya


bisa mengusir sihir, roh jahat, leak dan memedi


begitu katanya termasuk si jundai, setan, hantu, kuntilanak dan gendruwo.


Dan itu berlanjut ke zaman Romawi kuno


lalu dikarang lagi


berikutnya superstisiya


itu apabila lilin-lilin itu sekali tiup nyalanya semua mati.


Maka akan terkabul apa yang jadi cita-cita di dalam hati.


Lia tidak mau acara ulang tahunnya


oleh tahayul jadi bernoda acara yang ditentukan oleh budaya jahiliah zaman purbakala.


Katanya: “Kok tiupan nyala 16 lilin bisa menentukan nasib saya?


Allah yang menentukan nasib saya.


Sesudah kerja keras saya


saya tidak mau dibodoh-bodohi tahayul


walaupun itu datangnya dari barat atau pun timur juga.


Saya tidak mau dibodoh-bodohi budaya mereka


minta kado dari papa dan mama


minta kado dari keluarga dan


kawan-kawan saya.


Saya tidak mau cuma jadi kawanan burung kakak tua


burung beo yang pintar meniru adat Belanda dan Amerika


dalam acara ulang tahun kita


begitu katanya.


Sesudah bertangis-tangisan dengan ibunya


berkatalah yang berulang tahun itu


Hadiah paling saya harapkan dari kalian adalah


doa bersama sesudah ham dalah dan salawat


karena saya ingin jadi anak yang baik laku


jadi perhiasan di leher ibuku


jadi penyenang hati ayahku


rukun dengan kakak-kakak dan adik-adik


kubertegur-sapa dengan semua tetangga


dan kelak ketika dewasa berguna bagi Indonesia.





4


Anak yatim piatu yang mendapat undangan itu


lihatlah bersama kawan-kawannya


disilakan makan bersama-sama


dengarlah kisah kesannya.


Kini, dalam acara makan kunikmati nasi beras Rajalele yang putih gurih


dendeng tipis balado, ikan emas panggang dan udang goreng,


besar dan gemuk-gemuk


belum pernah aku memegang udang sebesar itu.


Di asrama ikan asin dan tempe seperti nyanyian yang nyaris abadi


kadang-kadang makan pun cuma sekali sehari.


Ketika kulayangkan pandangku ke depan


kulihat tuan rumah yang baik hati itu bapak dan ibu itu


berdiri bersama Lia anak gadisnya berbicara amat mesranya.


Kubayangkan ayahku almarhum


mungkin seusia dengan bapak ini


beliau meninggal ketika umurku setahun.


Kubayangkan ibuku almarhumah


wafat ketika aku kelas enam SD


mungkin seusia pula dengan ibu itu.


Tidak pernah aku merayakan ulang tahunku


Tidak pernah.


Semoga sorga firdaus jua


Bagi ibu bapakku


Panas mengembang di atas pipiku


tak tertahan


titik air mataku.


Taufik Ismail, 2007 

(Terimakasih Ust. Hermawan Al Ghifari atas koleksinya)

Happy 5th birthday

Monday, October 11, 2010

5 years ago around this time we were in delivery room waiting for our little Rasheed to come to this beautiful world. It felt yesterday mommy hold you for the first time, in 5 more hours you'll be 5 years old, buddy. I am so proud to be your mommy... Happy 5th birthday...

Loves you always,
Mommy

Maaf Lahir Bathin

Sunday, September 12, 2010



Huuuu... bulan puasa & lebaran ini rasanya gak se'easy' tahun2 lalu. Mungkin krn dah lama gak pulang kampung ? hihihi mungkin juga. Gak bisa nyalahin siapa2, karna memang blom ada kesempatan pulkam nemuin orang tua, kakak, adik dan teman2. Keinginan untuk menjadi Manusia yang lebih baik dari sebelumnya kok ya gak gampang. Mau berbuat baik eh ada yg nyebelin akhirnya penyakit hati nongol lagi. Penyakit hati Ya iya lah, namanya penyakit hati kan banyak. Ya iri hati, gk suka liat orang seneng, tersinggung sama perlakuan orang yang gak sesuai kemauan kita dll. Tapi semua itu tetap ada biarpun sedikiiiiit aja lewat dibenak & bikin penyakit hati itu tetap bersarang didalam hati.



Temans, Maafkan diriku yang masih aja mengucapkan kata2 yg kurang berkenan, cenderung judes apalagi bawel.


Ya Allah, maafkan diriku yang masih jauh kalo dibilang mendekati menjadi makhluk Mu yang beriman. Tapi ade janji Ya Allah... tetap berusaha menjadi hamba-Mu yang lebih baik dari hari kemarin. Tolong bantu ade untuk selalu berkata yang manis2, berbuat yang baik2 dan memperlakukan sesama selayaknya Engkau memperlakukanku sebagai Umat-Mu.



Terima kasih atas Nikmat yang Kau berikan kepada hamba-Mu ini Ya Allah...


Ibunda tercinta, maafkan anakmu yang belum juga menyempatkan diri untuk meminta maaf dengan mencium tangan mu yang semakin menua.
Kakak dan adikku, maafkan diriku yang masiy suka berkata2 'semau gue'.
Suami ku, maafkan diriku yang masiy belum bisa menjadi istri yang selalu menuruti kata suami.
Rasheed anakku, maafin mommy yang masiy suka bicara dengan suara lantang dan kurang lemah lembut.
Mertuaku, maafkan menantu yang masiy suka memperlakukan ibu bukan seperti Ibu kandungku sendiri.
Ya Allah, tolong selalu ingatkan hambamu ini untuk berkata, berbuat, melangkah sesuai dengan perkataan, perbuatan yang sesuai dengan Ridho Mu Ya Allah. Tolong bimbing diriku untuk menjadi Hamba-Mu yang mencintai dirimu sepenuh hati... Amin Ya Robbal Alamin, dengarkan doa ku Ya Allah....




Maaf Lahir Bathin

lately...

Saturday, September 04, 2010


Belakangan ini sering bener komunikasi sama sahabat2 lama. Kangennya jangan ditanya ya.... haaaaa... susah diungkapkan dengan kata2. Kalo kangen keluarga udah sampe ke ubun2 kan, kalo kangen kerabat2 lama akhir2 ini semakin meraja lela rasanya. Mungkin karna ini bulan puasa, ajangnya buka bersama & kumpul2 sama temen2.



Dua hari yang lalu (gak inget mau kemana) waktu nyetir mobil sendirian kok kebayang temen2 ade selama tinggal di US. Jujur aja ade gk punya banyak temen deket selama disini. Selain punya suami yang pekerjaannya kadang menuntut kita untuk berpindah tempat dan juga punya pengalaman yang kurang bagus dengan orang2 yang suka memanfaatkan kebaikan kita sebagai teman. Jadi setelah mengobati rasa sakit hati *dikecewain teman* akhirnya terbentuk lah diriku menjadi orang yang lebih berhati2 untuk menjalin 'pertemenan' dengan orang2 disekeliling. Well... good and bad lah. Kadang terkesan 'sombong' pada saat pertemuan pertama ( got that a lot ), tapi pada saat sudah kenal lebih deket sama Satria's family.... ya Alhamdulillah Image 'sombong' diralat.


Secara kita ada kemungkinan pindah LAGI, jadi ade mau memperkenalkan satu2 teman2 selama di US. Selain untuk 'journal of my life' dan juga hehe gak tau, kok tiba2 ada ide untuk tulis2 tentang temen2 yang dekat biarpun jauh dimata (secara kita dah pindah lagi) dan ada beberapa teman yang juga pindah state karna pekerjaan or sekolah or ikutan suaminya yang harus pindah state juga.... doain ya ade ada waktu untuk tulis sedikit tentang mereka.... :D



  © Template Recipes by Emporium Digital 2008....modificated by Michael's mom 2008

TOP